Keseruan Menghafal Dalam Acara Tahfidz Camp 2024

Pada tanggal 9 – 13 Juni 2024 UPTQ UINSA menghadirkan kegiatan Tahfidz Camp yang bertempat di Masjid Ar-Razaq (layaknya asrama yang terdapat kamar-kamar disamping masjid) desa Purworejo, Pungging, Mojokerto. Tahfidz Camp tahun ini mengusung tema Mengembangkan Keterampilan Menghafal dan Memahami Al-Qur’an Demi Terciptanya Generasi Qur’ani yang Produktif. Peserta dari kegiatan ini terdiri dari berbagai kalangan baik dari para siswa/i SMA Muhammadiyah 7, para santri dari Pesantren Al-Amien Prenduan dan Pesantren Shohihuddin, kemudian juga dari Mahasiswa/i UIN Sunan Ampel Surabaya sendiri. Acara ini memang dibuka secara umum sehingga dapat menerima peserta dari manapun.
Tahfidz Camp berfokus pada kegiatan setoran dengan harapan dapat menjaga hafalan setiap peserta. Dari kegiatan setoran tersebut didukung oleh kegiatan khataman Al-Qur’an dan Halaqah sambung ayat juga demi menguatkan kualitas hafalan. Dengan jumlah kegiatan setoran sebanyak 7 kali dalam 5 hari maka harapannya peserta Tahfidz Camp mampu memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kegiatan ini didesain oleh para panitia dengan konsep semi pesantren yang mana terdapat aturan-aturan yang harus ditaati seperti wajib salat berjamaah dan pengumpulan HP dari setelah subuh sampai setelah Isya. Tentu hal ini dilakukan untuk membuat kesan dan pengalaman bagi para peserta yang belum pernah merasakan kehidupan pesantren. Namun, Tahfidz Camp juga dibumbui dengan kegiatan-kegiatan seru dan menarik seperti fun game, jogging, quiz qurani, nobar video islami, dan bakar-bakar jagung dan sosis di malam terakhir. Seluruh kegiatan tambahan ini dilakukan agar tidak timbul rasa jenuh dari para peserta Tahfidz Camp.
Tahfidz Camp tahun ini juga menghadirkan para pemateri yang luar biasa, dimulai dari Ustadz Husni Mubarok, M. Ag (Imam Masjid Al-Akbar Surabaya) yang membawa materi tentang metode menghafal Al-Qur’an, beliau menyebutkan bahwa dalam menghafal Al-Qur’an itu harus ada riyadhoh, yakni usaha atau berlatih untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, dengan cara menjauhi maksiat dan menjaga hati serta lisan dari segala yang buruk. Kemudian dengan materi moderasi beragama dalam Al-Qur’an, Ustadz Ahmad Fakhruddin FI, M. Th. I (Pendiri UKM UPTQ UINSA) beliau menyampaikan bahwa kita harus bersikap toleransi, tawazun, dan ta’adul (adil) dalam moderasi beragama, karena memang sejatinya manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku sehingga dapat mengenal satu sama lain sebagaimana telah dijelaskan dalam Q.S Al-Hujurat ayat 13. Beralih kepada Ustadz Nur Cahyono, M. Pd. I yang menyebutkan ada beberapa hal yang dapat dijadikan motivasi dalam menghafal Al-Qur’an, diantaranya adalah penghafal Al-Qur’an akan mendapatkan syafaat di hari akhir kelak dan juga akan memberikan mahkota kepada kedua orangtuanya sekaligus akan dianggap sebagai ahlullah di surga-Nya nanti. Dan yang terakhir adalah Ustadz M. Jalaluddin Ahmad, S. H, beliau fokus terhadap tahsinul qiroah atau membenarkan bacaan-bacaan yang kurang tepat sekaligus menekankan terhadap setiap makhorijul huruf.
Tahfidz Camp ditutup pada Kamis, 13 Juni 2024 dengan salat dhuha berjamaah sekaligus khataman al-qur’an di pagi hari. Selepas itu kegiatan penutup dimulai sekitar pukul 10 pagi. Rasa bangga dan beribu terimakasih disampaikan oleh Mas Shulthon Aminullah Selaku ketua umum UPTQ saat ini, atas terselenggaranya kegiatan ini. Kemudian disambung pilu oleh Mas Dicky Sumarno selaku ketua pelaksana Tahfidz Camp 2024, ia berpesan kepada semuanya bahwa keberhasilan agenda ini tak lepas dari qadarullah, telah banyak hambatan dan rintangan yang telah dilalui oleh para panitia, namun ikhtiar dan tawakal dari seluruh panitia dan pengurus membuahkan hasil yang memuaskan. Dan di ujung waktu berpisah panitia memberikan apresiasi dan hadiah kepada M Zuhad Dhifa Rahman sebagai peserta terajin, Istianah Thoyyibah sebagai peserta teraktif, dan Aqilla Qanita sebagai pemenang quiz qurani.Alhasil, Tahfidz Camp 2024 berpesan bahwa kegiatan menghafal akan lebih menjadi indah apabila dihiasi dengan kegiatan-kegiatan pendukung lain.
Penulis: Syifa Fauziah
0 Komentar