UKM Pengembangan Tahfidhul Qur'an

Santri dan Dinamika Zaman Modern dalam Menjaga Tradisi di Tengah Arus Perubahan

Published by admin on

“Pentingnya Persiapan untuk Seorang Penghafal Alqur’an Sebelum Masuk Ranah Perkuliahan”

Penulis : Wafiq Azim Huffidah & Aniqo Dhamar ‘Asyuro

Dewasa ini, perubahan yang terjadi terhadap zaman yang terjadi secara perlahan ataupun sangat pesat sekali, baik berdampak kecil maupun besar sudah dapat kita rasakan. Hal tersebut bisa menjadi mendukung kemudahan kegiatan kita sehari-hari dan juga bisa menimbulkan tantangan  karena belum terbiasa dengan peralihan kita dari kebiasaan sebelumnya. 

Arus perubahan inilah yang harus diperhatikan bagi kaum muda-mudi yang notabene-nya juga seorang santri, apalagi santri yang menghafal Al-Qur’an dan memutuskan untuk berkuliah. Tradisi seorang penghafal Al-Qur’an adalah mengulang-ulang hafalannya (murajaah). Oleh karena itu berikut akan dikupas beratnya dunia perkuliahan jika kita kurang persiapan untuk menghadapinya nanti.

Kehidupan mahasiswa

Berbicara tentang kehidupan mahasiswa ada banyak sekali topik yang yang dapat kita angkat, salah satunya adalah bagaimana kehidupan seorang mahasiswa di kampus. Dunia perkuliahan adalah tentang belajar, berkembang, dan bersenang-senang. Banyak hal-hal baru yang tidak ditemui di masa sekolah menengah atas sebelumnya. Mahasiswa akan mendapatkan kebebasan dalam mengatur jadwalnya sendiri, mereka para mahasiswa juga dituntut untuk menjadi mandiri. Menjadi seorang mahasiswa sangat memerlukan kemampuan untuk menyeimbangkan antara belajar, bersosialisasi, dan menjaga kesehatan. Padatnya jadwal perkuliahan dan tekanan teman sebaya bisa menjadi faktor stres bagi mahasiswa. Maka mahasiswa harus pandai mengatur waktu agar tidak bertabrakan dengan waktu istirahat dan tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Menjadi mahasiswa adalah sebuah pilihan, dan setiap pilihan akan menemukan konsekuensinya, para mahasiswa semester awal akan mengalami culture shock karena lingkungan sekolah dan lingkungan kampus sangatlah berbeda, dunia perkuliahan cenderung lebih bebas, maka kita para mahasiswa sudah seharusnya berhati-hati dalam memilih pergaulan dan selalu ingat tujuan awal.

Tantangan sebagai mahasiswa dalam berbagai aspek

Setiap mahasiswa pastinya akan menemui banyak sekali tantangan, entah tantangan yang timbul dari dalam kampus ataupun luar kampus, kita akan mengupas tantangan-tantangan tersebut dalam berbagai aspek.

  1. Aspek Sosial

Dalam dunia perkuliahan kita akan dipertemukan dengan orang-orang baru yang memiliki prioritas dan minat bakat yang berbeda-beda, disinilah mahasiswa akan menemui kesulitannya karena harus memilih teman yang sepemikiran dan sejalan dengan minat bakatnya (sefrekuensi). Mahasiswa juga harus menyesuaikan diri dengan budaya kampus dan lingkungan sekitar, banyak sekali pengaruh-pengaruh dari teman sebaya baik gaya hidup atau kebiasaan-kebiasaan tertentu, jika seorang mahasiswa tidak selektif dalam berteman maka akan terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik.

  1. Aspek Religi

Mahasiswa yang beragama Islam harus mampu menjaga akhlak dan adab Islami dalam pergaulan kampus yang beragam, meskipun seorang mahasiswa tersebut berada di kampus Islam, tetapi tidak menutup kemungkinan ia dapat terseret pergaulan bebas jika tidak berhati-hati dalam memilih teman. Pergaulan dalam kampus dapat mempengaruhi seorang mahasiswa, gaya hidup yang bertentangan dengan nilai-nilai Islami, seperti berbicara kasar, dan berbaur dengan lawan jenis adalah contoh gaya hidup yang sangat sering terjadi di lingkungan kampus, dan gaya hidup tersebut adalah tantangan berat bagi mahasiswa islami.

  1. Aspek Ibadah

Mungkin mahasiswa sering menjumpai kegiatan-kegiatan kampus yang bertabrakan dengan waktu ibadah, itu juga menjadi salah satu tantangan terberat bagi mahasiswa. Sebagai seorang mahasiswa kita harus pandai dalam memanajemen waktu untuk ibadah, karena mahasiswa tidak hanya memerlukan kecerdasan intelektual tetapi juga kekuatan spiritual untuk mengahapi beratnya tantangan-tantangan selama menuntut ilmu di bangku perkuliahan.

Tantangan mahasiswa yang menghafal alquran

Selain tantangan diatas, seorang penghafal Al-Qur’an akan mengalami kesulitan mengatur jadwal murajaah nya jika tidak dipersiapkan dari awal. Padatnya jadwal perkuliahan membuat kita kesulitan menemukan waktu khusus untuk mendaras Al-Qur’an ditengah jam perkuliahan. Belum lagi jika ada kegiatan UKM atau organisasi diluar jam kuliah yang juga dapat mengganggu waktu kita Bersama Al-Qur’an. Hal ini bukan berarti seorang penghafal Al-Qur’an tidak boleh aktif dalam organisasi. Akan tetapi, perlu usaha ekstra untuk menyeimbangkan waktu antara murajaah, mengerjakan tugas kuliah, dan mengikuti kegiatan organisasi. Belum lagi jika dihadapkan dengan lingkungan yang kurang mendukung, dan berbeda prioritas dengan kita.

Pentingnya persiapan sebelum masuk kuliah

Oleh karena hal itu perlu diketahui kepada para penghafal Al-Qur’an yang juga nantinya memilih untuk berkuliah. Bahwa sebelum kita memasuki dunia perkuliahan, sangat diperlukan persiapan yang benar-benar matang. Kami mengatakan sangat dan pengulangan kata benar karena memang hal tersebut sangat penting sebagai tradisi seorang santri penghafal Al-Qur’an untuk mengulang-ulang hafalannya. Mulai dari mengatur waktu-waktu prioritas untuk murajaah, hingga memilih kegiatan-kegiatan kita yang bisa mendukung proses kita Bersama al-Qur’an. 

Kehidupan saat kuliah tentulah sangat berbeda dengan kehidupan semasa sekolah, agar kita tidak meninggalkan Al-Qur’an dengan dalih padatnya dunia perkuliahan. Agaknya kita harus mempersiapkan diri untuk tetap mendaras al-Qur’an diluar jam yang biasa kita pakai untuk mendaras Al-Qur’an di masa sebelumnya. Kita harus pandai-pandai menyelipkan waktu untuk mendaras Al-Qur’an disaat porak-porandanya waktu kita karena masih belum bisa mengatur waktu di tahun-tahun awal menjadi mahasiswa.

Ada baiknya seorang penghafal Al-Qur’an yang juga memutuskan untuk berkuliah agar tahu seluk beluk dunia perkuliahan sebelum ia benar-benar dihadapkan oleh padatnya perkuliahan. Hal ini sangat penting, setidaknya sudah mulai terpikirkan di benaknya bagaimana nanti dia menyeimbangkan antara Al-Qur’an dan kuliahanya. 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *